TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS/ WatsApp +6285278357652 Apakah Anda Mau Sukses dalam Bisnis???

Tuesday, 10 March 2015

LOWONGAN

PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON SATUAN BAKTI PEKERJA SOSIAL
PERLINDUNGAN ANAK KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2015

oleh : Tim Seleksi Program PKSA

Dalam rangka pemerataan dan pembangunan yang berkeadilan tentang pelayanan kesejahteraan sosial dan perlindungan anak di Indonesia. Kementerian Sosial RI akan merekrut calon Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak (Sakti Peksos PA) yang akan bertugas untuk melakukan pendampingan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA). Program PKSA adalah upaya terarah, terpadu dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar anak, yang meliputi bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, aksesibilitas pelayanan sosial dasar, peningkatan potensi diri dan kreativitas anak, penguatan orang tua/keluarga dan penguatan lembaga kesejahteraan sosial anak.

Monday, 2 March 2015

MENYISIPKAN GAMBAR PADA FILE MAIL MERGE KARTU NAMA/ KARTU UJIAN

Salam Pendidikan,
Tutorial kali ini merupakan lanjutan dari tutorial terdahulu yang berjudul “MEMBUAT KARTU PESERTA UJIAN SEKOLAH UTS/UAS DENGAN MAIL MERGE” , bagi rekan admin sekolah ataupun sahabat semua yang ingin lebih menyempurnakan Kartu Peserta (KARPES) ujian dengan menambahkan/menyisipkan gambar/foto di dalamnya… yuk kita simak tutorial singkat berikut OK…
Hasil dari tutorial kali ini bisa sahabat terapkan juga pada hasil cetakan massal yang membutuhkan image/foto dan data berbeda pada setiap cetakannya, diantaranya:

Tuesday, 17 February 2015

Tips Belajar Autisme: 6 Teknik Mengajar Anak Autis

Mengajar anak autis merupakan tugas yang menantang, terutama bagi yang belum pernah memiliki pengalaman menangani anak-anak dengan ketidakmampuan belajar.
Meskipun lambat, anak autis bisa dilatih untuk membaca, menulis, dan belajar.
Autisme mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif.
Autisme merupakan kelainan genetik dan tidak dapat disembuhkan.

Monday, 2 February 2015

CARA MENDIDIK ANAK

MENDIDIK ANAK ANAK MENJADI PRIBADI YANG BERIMAN DAN CERDAS SECARA ISLAMI

1. Berhati hati memilih istri
2.Memohon Kepada Allah Agar diberi keturunan yang sholeh/ sholehah
3. Memohon kepada Allah agar bisa mendidik anak dengan baik
4.Berdo'a Untuk Kebaikan Anak dan Tidak Melaknatnya
5.Memberi nama yang baik pada anak
6.Menanamkan keimanan dan Aqidah yang shahih dalam jiwa anak
7.Menjauhkan Anak dari Aklak Tercela
8. Serius Memberikan Pendidikan dan Keteladanan yang baik

INFO INFO SEPUTAR KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Bentuk Soal UN 2015 Pilihan Ganda
sumber ;  klik http://www.kemdiknas.go.id/
Jakarta, 29 Januari 2015---Bentuk soal Ujian Nasional 2015 masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Standarnya juga masih sama, tetapi tidak menentukan kelulusan.
“Semua (soalnya) masih pilihan ganda baik yang menggunakan kertas maupun yang menggunakan komputer,” kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kapuspendik Balitbang Kemendikbud) Nizam saat memberikan keterangan pers di Kemdikbud, Jakarta, Kamis (29/1/2015).
Nizam menyampaikan hal tersebut menanggapi keresahan publik atas pemberitaan di media yang menyebutkan bentuk soal UN 2015 tidak lagi menggunakan pilihan ganda. “Supaya semua kondusif, saya ingin sampaikan UN di 2015 bentuk-bentuk soalnya masih sama dengan tahun 2014, 2013, dan 2012,” katanya.
Pihaknya juga meralat jadwal UN untuk jenjang SMP sederajat dari yang diumumkan sebelumnya yaitu 4-6 Mei 2015 menjadi 4-7 Mei 2015, sedangkan untuk jenjang SMA sederajat tetap 13-15 April “Dikarenakan untuk SMP ada empat mata pelajaran. Seluruh persiapan Insya Allah sesuai jadwal,” katanya.
Pada kesempatan tersebut Nizam menyampaikan, pihaknya baru-baru ini mendapatkan kunjungan dari delegasi Malaysian Qualifications Agency (MQA) semacam Badan Standar Nasional Pendidikan plus Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi di Indonesia. Dia mengatakan, MQA selama beberapa tahun terakhir menggunakan hasil UN untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Malaysia dengan bobot 90 persen.
 “Anak Indonesia kalau mau mendaftar di Malaysia cukup menggunakan hasil UN. Sebanyak  10 persen adalah prestasi seni, olahraga, dan pengalaman berorganisasi,” katanya.  
Nizam mengatakan, selain digunakan oleh kampus di Malaysia, hasil UN juga digunakan sebagai persyaratan masuk PTN di Hongkong.
Nizam menambahkan, pada tahun ini mulai dirintis UN berbasis komputer secara daring atau online. Pihaknya telah mengirimkan data sebanyak 862 sekolah kepada dinas pendidikan provinsi untuk diverifikasi kelayakan. “Soalnya setara dengan yang berbasis kertas. Model soal pilihan ganda dan waktunya juga sama,” katanya. 

DOWNLOAD BUKU BUKU EBOOK


FREE DOWNLOAD BUKU PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013
1. SEKOLAH DASAR
2. SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
3.SEKOLAH MENENGAH ATAS

PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK SECARA HOLISTIK

PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK SECARA HOLISTIK
Prinsip utama dalam pengembangan anak adalah pengembangan yang berlandaskan pendekatan holistik.yaitu pendekatan yang berdasarkan pemahaman anak secara total sebagai manusia, dengan menyentuh dan mengakomodasi seluruh dimensi perkembangan anak.
A.    Pengembangan Program Pembelajaran Secara Holistik
Alasan penting mengapa guru menggunakan prinsip holistik dalam membantu perkembangan sosial emosional pada TK adalah sebagai berikut :
1.      Telah terbukti bahwa berbagai dimensi perkembangan, lingkungan memberikan pengaruh positif maupun negatif pada setiap anak.
2.      Setiap fokus pertumbuhan dan perkembangan anak yang mempertimbangkan secara luas keterkaitan antara satu bidang dengan yang lainnya.
3.      Tindakan memfasilitasi perkembangan sosial emosional anak yang berpijak pada landasan holistik, akan menghasilkan program yang lebih terencana, terukur, matang, dan komprehensif.
B. Landasan Holistik Dalam Pengembangan Sosial Emosional Anak
Menggunakan landasan holistik dalam memfasilitasi dan membantu perkembangan anak perlu mempelajari batasan operasional dalam pengembangan sosial emosional pada anak TK. Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya mengakomodasi landasan holistik pada program pengembangan sosial emosional dapat terakomodasi secara memadai pada semua tahapan.
Tahapan perencanaaan mengakomodasikan landasan holistik adalah setiap orang tua dan guru pada saat memiliki gagasan untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional anak hendaklah menginventarisasi berbagai pengaruh yang akan membawa dampak terhadap mengembangkan social emosional anak.
Bentuk pelaksanaan pembelajaran anak TK haruslah menggunakan berbagai strategi dan pendekatan dengan berbagai media,baik media auditif, visual, kinetik, kontak langsung, maupun kombinasi dari unsur-unsur  tersebut. Hal yang terpenting pada tahapan pelaksanaan pembelajaran yang berlandaskan holistik adalah adanya upaya yang mengarah pada upaya melayani dan memfasilitasi setiap dimensi perkembangan anak secara seimbang dan adil. Mengakomodasikan landasan holistik pada tahapan evaluasi dan tindak lanjut, adalah kegiatan evaluasi perkembangan anak tidak hanya terfokus pada apa yang telah di capai.
C. Implikasi Pendekatan Holistik Untuk Pengembangan Sosial Emosional Anak Dalam Pembelajaran di TK
            Semua program pemebelajaran dan intervensi bagi anak harus mencakup semua aspek perkembangan, perkembangan fisik (melalui kesehatan dan nutrisi), perkembangan mental (melalui edukasi dan stimulasi), perkembangn sosial dan emosional (melalui perhatian, kasih sayang, dan kesempatan bersosialisasi), dan perkembangan spiritual (sesuai ultural dimana anak tinggal).
Prinsip Pendidikan dan pembelajaran yang mendukung pendekatan holistik
1.      Anak akan belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tentram secara psikologis.
2.      Pilihlah kegiatan yang paling tepat untuk mengembangakan potensi anak usia TK
3.      Belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan, baik lingkungan fisik maupun psikologis (Bredekamp, 1997).
4.      Anak belajar dengan gaya berbeda, ada gaya yang bergaya belajar visual, auditif, kinestetik, dan atau ekspresif.
5.      Prinsip belajar anak TK yang harus diperhatikan guru yaitu;
a.       Belajar anak dipengaruhi oleh kematangan
b.      Anak belajar melalui kombinasi pengalaman
c.       Anak-anak mengekspresikan belajar dengan seluruh inderanya
d.      Rasa aman secara psikologis merupakan hal penting yang harus dimiliki anak dalam proses belajar.
e.       Suasana yang menyenangkan akan mengundang anak menjadi lebih kreatif dibandingkan dengan suasana yang penuh tekanan.
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan agar perkembangan pendidikan atau pembelajaran dianggap berkualitas dan memenuhi kriteria idela bagi anak TK jika dalam memfasilitasinya dilakukan secara holistik atau menyeluruh;
1.      Belajar sesuai kematangan anak
Praktik pembelajran harus mengacu pada tugas, tahapan dan karakteristik perkembangan anak (child scaffolding development)
2.      Terpenuhi kebutuhan fisik dan psikologis
Program pengembangan pendidikan atau pembelajar dianggap memenuhi unsur holistik apabila kebutuhan fisik dan psikologis anak menjadi satu kesatuan yang diperhatikan.
3.      Lingkungan fisik, psikologis, dan budaya
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar diri anak, baik fisik, psikologis maupun budaya.



4.      Kegiatan merangsang seluruh indera dan gaya belajar anak
Kegiatan yang dikembangkan dapat menyentuh seluruh indera anak sehingga keseimbangan setiap unsur perkembangan pada anak akan terfasilitasi secara seimbang.
5.      Anak belajar melalui kombinasi pengalaman
Paket kegiatan belajar yang dikemas dalam satu kesatuan untuk melibatkan unsur mengembangkan kemampuan melalui mendengar.
6.      Strategi kegiatan melalui pengalaman langsung
Faktor terpenting dalam pembelajaran berdasarkan holistik adalah mengakomodasi cara berpikir anak yang masih konkret.
7.      Suasana menyenangkan dan bersahabat
Pembelajaran yang dikemas secara bersahabat sehingga produk belajar bukan hanya menjadikan anak bisa belajar secara optimal.
8.      Lebih menekankan pada belajar untuk belajar
Proses pengembangan kemampuan anak melalui kegiatan pembelajaran di sekolah (kelas) sifatnya dibatasi oleh ruang da waktu.